Big Data terbentuk oleh serangkaian data yang sangat besar dan rumit, yang program pemrosesan data tradisional tidak bisa menangkap, menyimpan dan menganalisanya. Istilah “Big Data” biasa diasosiasikan dengan 3V yang pertama kali diperkenalkan oleh Doug Laney, wakil presiden dan analis terkenal dari perusahaan Gartner pada tahun 2001. 3V adalah Volume, Kecepatan (Velocity), dan Variasi, yang digunakan untuk menetapkan properti atau dimensi dari big data. Mulai dari situ, lebih banyak “V” telah teridentifikasi termasuk Kebenaran (Veracity), Keabsahan (Validity), Nilai (Value), Visibilitas diantara yang lain, sementara sejauh ini, kepentingan dari Kebenaran (Veracity) telah secara bertahap diakui.

Seiring dengan kedatangan era komputasi awan, Big Data telah menarik minat yang besar secara global. Big Data yang terbentuk dari sejumlah besar data yang kompleks, tidak terstruktur dan terorganisir, analis percaya bahwa penggunaan analisis prediktif dan analisis perilaku pengguna pada Big Data akan membutuhkan sejumlah waktu dan uang yang banyak. Analisis Big Data biasanya dikaitkan dengan komputasi awan, berdasarkan fakta bahwa mereka membutuhkan model pengolahan besar seperti MapReduce untuk membentuk paralel, algoritma terdistribusi di antara puluhan, ratusan hingga ribuan pekerjaan komputasi.

Penggunaan Big Data

Mobile internet, media sosial, jaringan rumah digital dan e-commerce adalah bentuk baru dari pengembangan IT dan sejumlah besar Big Data dihasilkan pada proses transaksi data. Komputasi awan telah menyediakan penyimpanan data dan angkutan untuk sejumlah besar Big Data yang beragam. Ini adalah area di mana dapat tercipta nilai perekonomian yang besar dalam masyarakat.

Big Data akan berlaku sebagai mesin baru untuk pertumbuhan industri IT. Untuk mengimbangi kebutuhan pengembangan pada area ini, inovasi dalam hal teknologi, produk baru, layanan baru hingga model bisnis baru akan segera membanjiri pasar. Dalam sektor perangkat keras, chip dan processor akan menghadapi tahap revolusioner yang akan mempercepat perbaikan dari spesifikasi mereka. Hal yang sama akan terjadi untuk sektor perangkat lunak dan pelayanan, di mana perkembangan dari Big Data akan memicu kebutuhan akan perangkat lunak analisis lanjutan.

Derivasi dari Big Data akan memberikan keuntungan dan kompetensi yang tak terbantahkan bagi organisasi besar. Dalam lingkungan bisnis yang cepat saat ini, daripada didorong oleh bisnis, pasar pada akhirnya akan didorong oleh data. Dengan bantuan atau perkembangan dari analisis Big Data, perusahaan akan mampu untuk bereaksi secara langsung terhadap perubahan sekecil apapun dari pasar, memungkinkan perusahaan untuk menyusun strategi dan memposisikan diri mereka secara efektif. Konsumen akan mampu untuk menikmati layanan yang berbeda, lebih baik dan telah disesuaikan secara khusus. Dalam sektor medis, hal ini akan meningkatkan keakuratan pengobatan; sementara itu di perusahaan lain, derivasi Big Data menyebarkan pertumbuhan ekonomi, serta menjaga stabilitas masyarakat.

Studi ilmiah dan penelitian akan akan juga terpengaruh secara besar oleh Big Data. Contohnya, data dari survey publik adalah salah satu yang akan selalu menyajikan arahan penelitian yang paling terpercaya dan mendasar, melalui derivasi dari Big Data, menjadi mungkin untuk mengamati perilaku dari subjek penelitian tertentu. Tren diamati dari Big Data ditangkap dengan bantuan analisis prediktif dan analisis perilaku pengguna, sangat penting bagi peneliti untuk menyimpulkan hasil studi mereka dan berimprovisasi dari situ.